Jakarta – Hankook Tire bagi sebagian orang atau konsumen hanya merupakan ban asal Korea Selatan saja. Namanya terdengar, tapi enggak cukup kencang untuk masyarakat Indonesia.
Namun sebenarnya, Hankook Tire ini merupakan pemain ban yang cukup besar. Bagaimana tidak, karena merek ini menjadi pemasok tunggal untuk balap Formula e dan juga reli dunia, World Rally Championship (WRC). Banyak yang belum tahu kan?
Selain itu, banyak juga yang belum tahu kalau permintaan ban Hankook iON series meroket sebesar 300%.
Baca juga : Astra Otopower Kini Hadir di KFC MT Haryono
Penyebabnya digadang-gadang karena populasi kendaraan listrik di Indonesia yang juga menanjak tajam.
Berdasar data, pada 2023 kendaraan listrik yang terjual ke konsumen sebanyak 116 ribu unit. Pada 2024 yang mencapai 207 ribu unit, meroket sebesar 78%.
“Indonesia memang masih berada di fase awal pada pertumbuhan kendaraan listrik jika dibanding negara-negara Asia lainnya. Namun, pertumbuhan yang terjadi merupakan peluang bagi Hankook untuk bisa mempekuat posisi sebagai replacement tire,”
“Permintaan ban EV kami tumbuh sebesar 300% secara tahunan. Ini menunjukkan kepercayaan konsumen terhadap kendaraan listrik,” sebut Bartek (Byunghak) Choi, Presiden Direktur PT Hankook Tire Sales Indonesia.
Ban iON series tersebut dirancang dengan teknologi terkini untuk memberikan efisiensi energi yang baik, daya cengkeram optimal serta juga kenyamanan berkendara yang sesuai karekter mobil listrik.
“Ajang Formula e sebagai momentum bagi Hankook Tire dalam memperkuat kolaborasi dan membangun hubungan jangka panjang dengan mitra-mitra kami di Asia Pasifik, khususnya Indonesia,”
Baca juga : Andalkan Triton, Mitsubishi Ralliart Ramaikan AXCR 2025
“Indonesia memiliki pasar otomotif yang sangat responsif, dan kini dengan pertumbuhan kendaraan listrik, terbuka potensi pasar yang sangat besar,” ujar Peter Jung, Asia-Pacific Division Director for Hankook Tire, dalam kunjungannya menemui distributor Hankook di Indonesia beberapa waktu lalu.
Teknologi yang dikembangkan untuk ban Formula e diterapkan untuk ban mobil sehari-hari. Namun tentu saja disesuaikan kemampuannya supaya lebih sesuai lagi. Tidak serta merta teknologi ban Formula e diterapkan seutuhnya untuk ban yang dijual massal.