January 27, 2020
Image default
Lain-lain

Tarif Tol Balikpapan-Samarinda Dinilai Terlalu Mahal

SETANGSETIR.COM,  Tarif tol samarinda masi menjadi perdebatan, hal tersebut karena tarif tol tersebut dinilai terlalu mahal dan memberatkan warga.

Tarif tol tersebut dipatok dengan harga mulai Rp 1.000 per km untuk golongan 1 (umum) hingga Rp 3.000 untuk golongan V (truk di atas 4 gandar) dinilai terlalu mahal.

Hasanuddin Mas’ud, Ketua Komisi III DPRD Kaltim juga menilai bahw tarif tersebut akan memberatkan warga.

“Ya minimal setengah harganya dulu lah. Kalau yang ditetapkan Rp 1.000 per km, untuk tahap awal Rp 500 per km,” ujarnya.

“Artinya, kalau yang seharusnya membayar Rp 100 ribu jadi hanya membayar Rp 50 ribu,” lanjutnya.

Hasanuddin juga mengatakan dengan tarif segitu akan memberatkan warga apalagi jika digabungkan dengan cost penggunaan. Ia mengatakan masih ada jalan alternatif selain tol, yakni Jalan Poros Samarinda-Balikpapan.

Jika dibandingkan, Jalan Tol Balsam menggunakan cor beton yang menurutnya lebih cepat mengikis ban. Sedangkan Jalan Poros Balikpapan-Samarinda menggunakan aspal yang membuat umur ban lebih lama.

Tol Balikpapan-Samarinda

Jasa Marga
Bisa jadi karena tingginya tarif jalan tol masyarakat akan lebih memilih untuk menggunakan kembali jalan tersebut dibandingkan jalan tol.

“Ya kalau mahal-mahal tarifnya, pengendara akan lebih milih lewat jalan lama yang aspal, Ketimbang lewat jalan tol,” ujarnya.

Pendapat yang bertentangan dikemukakan oleh Wakil Ketua DPRD Kalimantan Timur, Andi Harun.

Ia beranggapan tarif Tol Balsam tersebut sudah sesuai dengan biaya operasional jalan tol.

“Kalau sekarang wajar sih, karena pasti jalan tol butuh perawatan,” ujar Andi Harun kepada wartawan saat ditemui (6/1).

Meski begitu ia meminta masyarakat menahan diri karena rumusan tarif tersebut belum final.

“Kita bertahap cara berpikirnya. Hari ini jalan tol kita masih memerlukan pemeliharaan, sehingga butuh anggaran yang tidak sedikit, tapi yang paling penting kita sudah punya jalan tol,” ujarnya.

Lebih lanjut, ke depannya Pemprov Kaltim bersama Kementerian Pekerjaan Umum-Perumahan Rakyat (PUPR) bakal duduk bersama untuk membahas besaran tarif yang ideal.

Namun di lain kesempatan, Pelaksana Tugas (Plt) Setdaprov Kalimantan Timur, HM Sabani mengungkapkan, Pemprov Kaltim tidak lagi berwenang dalam pengelolaan Tol Balsam.

“Kan sudah kita serahkan kewenangannya kepada pemerintah pusat. Jadi, kita serahkan kepada pemerintah pusat dalam mengelolanya,” ujarnya Senin siang di Kantor Gubernur Kaltim.

Terkait tarif jalan tol penghubung Balikpapan dengan Samarinda ini, Sabani menegaskan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur tidak akan campur tangan.

Apalagi pengelolaan Jala Tol Balsam nantinya akan dipegang oleh PT Jasamarga Balikpapan Samarinda (JBS) selaku BUMN yang bertanggung jawab.

“Jalan tol ini kan sudah kewenangan pemerintah pusat. Jadi ya terserah mereka (Kementerian PUPR) kapan, dan berapa mau ditetapkannya tarif tol tersebut,” terangnya.

 

 

 

Sumber: otomotifnet.gridoto.com

Berita Terkait

Puluhan Modifikator Ramaikan IIMS Motobike Expo 2019

Ayunda

5 Motor Antik Termahal Yang Pernah Ada

Achmad

Tol Japek II Disebut Kurang Nyaman, Ini Alasannya

Vinska