Jakarta – Sebagai bagian dari upaya menghadirkan kendaraan listrik yang aman dan andal, PT Neta Auto Indonesia melengkapi seluruh unit mobil listriknya dengan Alat Pemadam Api Ringan atau APAR.
Fitur keselamatan ini menjadi penting, terutama untuk mengantisipasi kondisi darurat.
Seperti percikan api, panas berlebih, atau korsleting listrik. Namun, masih banyak pengguna yang belum memahami cara menggunakan APAR.
Berikut ini tips aman dan tepat dalam menggunakan APAR di mobil listrik dari Neta.
Hal pertama yang wajib diketahui pemilik kendaraan NETA adalah lokasi penyimpanan APAR.
Tabung APAR pada mobil listrik NETA disimpan secara rapi di dalam laci dashboard sisi penumpang depan (sebelah kiri).
Penempatan ini dirancang agar mudah dijangkau saat kondisi darurat, namun tetap menjaga estetika dan kenyamanan kabin.
Berikutnya cek APAR secara berkala, ini penting untuk memeriksa kondisi APAR.
Periksa apakah segel pengaman pada tabung masih utuh—tanda bahwa tabung belum pernah digunakan.
Selain itu, cek tanggal kedaluwarsa yang tertera di tabung. Umumnya, masa pakai APAR mencapai 8 tahun sejak tanggal produksi.
Jika masa berlaku sudah habis, sebaiknya segera diganti.
Kemudian pahami cara menggunakan APAR dengan benar, terlebih saat terjadi kondisi darurat.
Konsumen Neta dapat membuka segel berwarna kuning terlebih dahulu.
Setelah itu, tekan katup merah yang terletak di atas tabung. Pastikan bubuk atau asap putih keluar dari tabung sebagai tanda bahwa APAR berfungsi.
Arahkan semprotan langsung ke sumber api ringan dengan jarak aman, dan usahakan tetap tenang selama proses pemadaman.
Raditio Hutomo, After Sales Director PT Neta Auto Indonesia, mengingatkan bahwa APAR berfungsi sebagai langkah first aid dalam keadaan darurat.
“Meski penting, penggunaan APAR hanya penanganan awal. Setelah itu, konsumen tetap harus menghubungi petugas pemadam kebakaran untuk penanganan menyeluruh,” ujarnya.
Salah satu penyebab utama potensi bahaya listrik seperti percikan api atau korsleting adalah modifikasi kelistrikan non-standar.
Penambahan perangkat seperti audio sistem, lampu, atau GPS tanpa rekomendasi resmi dari Neta dapat memicu risiko dan bahkan membatalkan garansi kendaraan.
Terakhir kesiapan pengemudi dalam kesiapan pengemudi dalam menghadapi risiko.
Penting bagi setiap pemilik mobil listrik NETA untuk memahami potensi bahaya dan mengetahui prosedur darurat, termasuk penggunaan APAR.